MEDIA HIBURAN, INFORMASI dan PENDIDIKAN DI KABUPATEN SEKADAU

Selasa, 22 Desember 2009

RUMAH BETANG BATU KORAN BUTUH BANTUAN


Kami berdiam di sebuah kecamatan bernama Nanga Mahap, kabupaten Sekadau dengan populasi penduduk 24.923 jiwa. Sebagian lokasi kami saat ini sudah menjadi areal perkebunan Kelapa Sawit. Dari 7 dusun, hanya 4 dusun yang belum dimasuki sawit. Masyarakat adat di 4 dusun tersebut bertekad mempertahankan areal hutan yang masih ada. Di dusun Batu Koran terdapat satu-satunya PENINGGALAN RUMAH BETANG DAYAK. Kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Kami sadar bahwa Rumah betang adalah symbol keberadaan kami. Di rumah betang inilah adat istiadat kami dipertahankan. Rumah betang menjadi symbol budaya bagi kami. Dari rumah betang inilah pengembangan dan pelestarian budaya dan adat istiadat diteruskan. Budaya masyarakat atau komunitas Dayak tidak bisa lepas dari alam, hutan, sungai dan air serta lingkungan. Melestarikan budaya suku Dayak ini sama dengan turut serta melestarikan hutan, sungai, air dan perbaikan kualitas lingkungan.

Adalah Desa Sebabas sebagai Desa induk yang menjadi pusat pemerintahan. Di wilayah kedesaan ini masih terdapat upacara khusus penguburan adat yang disebut BABUKONG, adat SUNATAN TRADISIONAL, BEBANTAN, dll. Desa Sebabasi merupakan sentral komunitas suku DAYAK MAHAP. Nama-nama dusun tempat bermukimnya Suku Dayak Mahap: Riam Batang, Sebabas, Setugal, Bak, Kemoyuk, Pait dan Manjang ). Jumlah penduduk di 7 dusun bulan September 2009 sebanyak 1.200 jiwa.

Kondisi Rumah betang Batu Koran ini memang cukup memprihatinkan. Dua rumah yang berada di tengah sudah ditinggalkan penghuninya dalam keadaan rusak (atap dan lantainya). Rumah betang ini terdiri dari bilik dapur dan kamar keluarga. Bagian luarnya terdiri dari tempat menumbuk padi dan ruang pertemuan umum yang disebut Serambi. Serambi ini dibagi 2 tingkatan, yaitu tingkat yang lebih rendah untuk rakyat jelata dan yang lebih tinggi (sekitar 5 cm) untuk tokoh-tokoh adat dan tamu undangan.

Setiap tahun diadakan upacara adat, misalnya sunatan tradisional dan pesta syukurannya, gawai tutup tahun, betobus (menyambut datangnya tibanya musim buah-buah dan juga upacara penutupan musim buah disebut betobus).Menurut rencana warga dusun Batu Koran yang disampaikan oleh Pak Antonius Ahin dan Belului bahwa tahun 2010 nanti akan ada pesta adat syukuran sunatan tradisional di rumah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar