MEDIA HIBURAN, INFORMASI dan PENDIDIKAN DI KABUPATEN SEKADAU

Minggu, 12 April 2015

CATATAN RADIOKU.....



CATATAN PERJALANAN RADIO DERMAGA 100,9 FM SEKADAU (Bagian3-selesai)

KONSERN TERHADAP KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT
Pergelaran/pertemuan Budaya dan kearifan local yang terlaksana tanggal  29 Januari 2014 membawa pesan dan makna tersendiri  bagi sejumlah warga Dayak di kota Sekadau. Paulus Keker,Dondong,Matius Mai, Sabinus, Abang Senen, Sebarudin, Thomas Bungsu, Arem, dll merasakan bahwa penggalian makna budaya dan kearifan lokal sangat baik bagi generasi mendatang. Adalah  Pastor Paroki, Pstr Kris, malah mendukung rencana pak Nico mengumpulkan para dukun di Kabupaten Sekadau. Hal ini dikatakan oleh Pastor (saat bertandang ke radio tanggal 10 Februari jam 16.30 s.d 18.00) menanggapi kegiatan radio bertemu dengan 3 dukun malam harinya. Pastor Paroki bertandang ke Radio 10 Februari 2014….Tanpa ada angin ribut, atau berita warung kopi, tiba-tiba saya dapat info dari bu ida (istri  Madi)  bahwa ada pastor paroki Sekadau di radio bersama pak Saban. Saya saat itu sedang berada di rumah, karena baru pulang dari rapat bersama Usaid Kinerja dan Dewan Pendidikan Kabupaten di ruang

rapat wakil Bupati Sekadau.Tidak lama berselang, mbak Ika datang ke radio dan berbincang-bincang dengan pastor, promosi tentang radio dan pembangunan gedung radio yang dikerjakan secara  swadaya (pak Nico, Ika n dkk). Dan sedikit bicara tentang kerja sama dengan pihak-pihak lain (termasuk Pemda). Menurut Ika, Pastor memuji karya dan kinerja  saya selama ini yang semuanya dikerjakan dengan modal, tenaga dan pikiran sendiri sehingga radio ini bisa survive bahkan saat ini menjalin kerjasama dengan berbagai pihak , pemerintah dan LSM luar negeri. Pastor Kris mendukung kegiatan radio dalam upaya pelestarian budaya dan kearifan local. Salah satu yang menarik Pastor adalah kegiatan pertemuan para dukun dalam kabupaten Sekadau dalam upaya mendokumentasikan pengobatan tradisional dan makna yang tersirat dalam setiap upacara pengobatan. Banyak hal yang sudah diprogram oleh radio untuk pelestarian budaya dan kearifan  local. Tahun 2009 lalu, didukung oleh Kedutaan Denmark, sudah direkam 50 buah lagu-lagu tradisional, 80 buah rekaman transkrip cerita rakyat Kalimantan. Untuk tahun 2014 ini sudah disusun rencana kerja seperti jadwal yang dilampirkan pada bagian akhir catatan ini. Pastor Kris cukup antusias saat gagasan pertemuan para dukun Sekabupaten Sekadau akan menjadi kegiatan Radio berikutnya dalam upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal masyarakat ada. Pastor juga memberikan tanggapan posistif tentang segala upaya saya dan teman-teman menghidupkan Radio. “Saya tahu bahwa Jaringan atau network yang menjadi kekuatan pak Nico dalam memanage radio ini.Ini akan berhasil. Pak Nico punya kemampuan itu”

BERGABUNG DENGAN LPS-AIR USAID KINERJA 5 Februari  14
Rekomendasi  Saban 14 Januari via Deman di Pontianak  tuk LPSAir USAID KINERJA…Tanggal 5 malam harinya, saya bertemu dengan Aji dari LPPS-AIR Pontianak di hotel Vinca Borneo. Keesokan harinya, saya undang Aji dan temannya (Tony) ngopi di rumah saya sebelum kami ketemu Kasubag Humas di kantor Bupati. Sore harinya kami bertemu lagi di studio radio dan sempat  wawancara dengan pak Candra kordinator Usaid di radio Sekadau…tentang Program atau kegiatan yang sudah dan akan dilakukan untuk masyarakat Kabupaten Sekadau. Apa manfaat buat radio?   Tugas saya secara khusus mempublikasikan kegiatan Usaid Kinerja bidang Pendidikan dan Kesehatan. Saya kemudian membantu pendampingan Jurnalisme warga yang difasilitasi oleh LPS Air 2 Juli 2014. Setiap bulan saya bersama JW (Lindung, Ika, dkk) membuat berita mingguan yang dikirim ke web Matakalbar. Di jaringan  ini saya bertemu secara tak sengaja orang Usaid Jakarta, Pak Firmansah. Saya kenal dengan pak Firman saat di jaringan Radio Unesco tahun 1999-2002.  Manfaat positif buat radio adalah menjadi mitra publikasi dan menambah satu jaringan. Informasi dari para JW menjadi bahan berita yang disiarkan. Saat kunjungan Pak Firmansah ke Sekadau, 4 Nopember 2014 lalu, Pak Firman sempat bertandang dan siaran di radio. “Saya yakin Pak Nico bisa menggunakan medianya ini untuk pemberdayaan dan ini sudah terbukti manfaatnya bagi masyarakat”,  tutur pak Firman Radio merasa sangat beruntung, sekali mendayung 2-3 teluk terlangkaui..kata pepatah tua…dengan bergabung di Usaid Kinerja, maka pemberitaan radio makin diperbanyak..apa laagi focus Kinerja ini di bidang Kesehatan dan Pendidikan. Bidang Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan 3 puskesmas di Kecamatan, Sekadau Hilir, Rawak, Sungai Ayak. Di bidang Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dengan 20 mitra Sekolah SD dan SMP di 4 kecamatan, Sei Ayak, Sekadau Hilir, Sekadau Hulu dan Nanga Taman. Saya masih harus menghidupkan JW yang sudah dibentuk bulan Mei 2012 lalu, dengan pelatihan penyegaran  JW dan harus menambah tenaga baru 5-10 orang dalam pelatihan. Pada akhirnya nanti paling banyak 5 orang tenaga aktif yang bersemangat 45, berjiwa relawan, dan siap menjadi aktivis. Pepatah mengatakan, siapkan panglima ulu balang, tahan pahat kelopak mata, tahan kacup bijik peler..
Mereka akan dilatih pada minggu pertama Mei nanti dan setiap JW yang aktif akan diberi alat perekam MP3. Para JW nanti akan diajak ke lapangan langsung membuat berita dan disiarkan di radio. Sudah ada Budi, Matea, Jine, Egen, Ronni, (ng taman),
Pertemuan Dukun I, 10 Februari 2014…
Sabinus, Dondong dan Utun, menjadi tim pertama yang masuk dalam klasifikasi dukun local pada pertemuan perdana para dukun di radio. Pak Sabinus bersama dua narasumber lainnya, lebih bercerita manfaat obat-obat tradisional dan local serta herbal berdasarkan pengalaman pribadi mereka saat sakit. Pengobatan nonmagic ini memang dilakukan oleh masyarakat Dayak pada masa lalu hingga masa kini. Hanya saja pelan tapi pasti, seiring dengan perkembangan jaman, pengobatan tradisional ini pasti akan berkurang dan bukan tidak mungkin bisa lenyap jika tidak ada usaha pihak tertentu untuk mendokumentasikannya, seperti yang dilakukan oleh radio Dermaga Sekadau. Salah satu contoh penggunaan obat tradisional untuk keperluan melahirkan di kampung, seperti yang diceritakan oleh …mamak Feronika Jine: “ …daun balek angin, daun kayu lari, sorai bunge, katabar,  rajangk ruai, kacomokng, Rajang gile, daun idup, amonkg buah, daun pemadam, daun sabang darah, daun mpangil, tarontakng langit, daun limau lipis, daun Rajang tilan, daun mpait, kontok empurok….” Atau pengobatan untuk orang yang “ketulangan” saat makan ikan…(kencokak tulang ikan)….sagarak pasang dilintang batang, irus panuju lalu, …lalu air yang sudah dibaca tadi diminum oleh si korban…
Melengkapi ide pertemuan para dukun sekabupaten Sekadau, saya mengusulkan pertunjukan ritual bedukun/live lengkap dengan pebayu dan rempahnya  dengan menggunakan ayunan kayu khas dukun. Namun ada yang khawatir kalau hal ini bisa menyebabkan …..alias mali…takut mengakibatkan…Namun jika kita bisa menyiapkan ritual adatnya lengkap, mungkin ini bisa saja dilakukan…tempat di radio, gantung di ruang depan….

Pertemuan Usaid-Kinerja-JW-Ketua Komisi C
Tanggal 5 Maret, jam 15.lewat, diadakan acara ngumpul sekaligus ngopi bersama dengan teman-teman yang pernah hadir pada pelatihan Jurnalisme Warga  30-31 Mei 2012 lalu, di antaranya Egen dan Ika. Roni, dari radio Komunitas Nanga Mahap bersama Agus. Selain itu hadir teman-teman Usaid Kinerja (pak Candra dan Bu Mila), serta Pak Albertus Pinus, Ketua Komisi C. Pak Pinus secara serius menanggapi informasi tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir di Kecamatan Sekadau Hulu tahun 2013 lalu yang lebih tinggi, juga masalah detail standar puskesmas atau postu/polindes. Pak Pinus juga memberikan dukungan tentang rencana pelatihan JW  guna membantu penyampaian informasi kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Pak Candra menyampaikan rencana Usaid Kinerja untuk mendukung perbup KIBLA, peraturan tentang ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

RENCANA KERJASAMA PENYIARAN SEKRETARIAT DPRD
Tanggal 2 Maret 2014, radio menulis surat untuk mendapatkan akses pemberitaan kegiatan para anggota DPRD...(copian)

NGUMPUL  makan bubur pedas.
Ide saya untuk ngumpul bareng para jurnalis akhirnya bisa terlaksana tanggal 26 Maret. Hadir Borneo Tribune, Rakyat Kalbar dan Jaka dari  Suara Pemred (calon Koran baru dari Pontianak) juga dari usaid, mbak Mila, Winda dan Pak David, pengganti pak Candra...tidak ada acara khusus, cuma makan bubur pedas buatan Tea dan Ika. Tujuan saya hanya promosikan radio Dermaga..


Bertandang ke PM KESBANG, DAN ide PAK APAI...
Saya merencanakan kegiatan dialog live bersama para. wartawan, tokoh masyarakat di radio. Rencana ini didukung oleh pak Anwar dalam kapasitas sebagai kabid komunikasi dan informasi saat saya berkunjung ke kantornya hari Rabu, 2 April. Siangnya saya bertandang ke kepala Badan PM Kesbang dan Pemdes, pak Bayu. Saya menawarkan ide untuk membuat program pemberdayaan masyarakat bersama multistake holder, termasuk radio. Backgroundnya adalah kondisi sosial masyarakat Kab,Sekadau  terutama di pedalaman, belum banyak berubah, babi masih dilepas, ladang dikandang/dipagar, MCK keluarga masih minim. Ini menunjukkan pemberdayaan masyarakat belum menunjukkan hasil yang pantas dibanggakan. Hal ini seharusnya menjadi perhatian banyak pihak, termasuk para anggota DPRD  yang sering reses. Saya kira para tokoh masyarakat level ini jarang menyinggung soal keberadaan WC di rumah-rumah dalam kampung, mungkin menganggap ternak lepas, tidak ada mck, adalah hal yang lumrah terjadi di kampung. Bahkan level seorang Caleg yang sedang berkampanye saja (di Mondi, dan di Sulang Betung di mana saya hadir pada tanggal 30-31 Maret),  tidak menyinggung soal yang saya sebutlkan tadi.   Bayu mengatakan  hal-hal  yang saya katakan tadi, membuatnya tersentak, karena selama ini jarang mendapat perhatian, padahal menyangkut hidup masyarakat sehari-hari. Tampaknya Pak Bayu tertarik dengan ide saya dan dan mungkin akan bekerjasama dengan radio untuk tahun mendatang guna menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memagar ternaknya dan membuat MCK di rumah masing-masing...Jika mereka sudah mulai sadar hidup sehat, maka hidup cerdas pasti menjadi pilihan mereka. Efeknya, jelas lebih mudah menumbuhkan partisipasinya dalam pembangunan. Untuk memperjelas dan mempersiapkan program ini, saya akan membuat program pemberdayaan multistake holder seperti  permintaan Pak Kadis Pendidikan tanggal 10 Februari lalu.

Bertemu Pak Apai. Siang harinya saya berkunjung ke rumah  Roni, di pal 4 jalan Sintang.,  bertemu pak Apai, bapak Roni dan Iwan Kaban Keuangan. Kami membicarakan tentang masa depan budaya Dayak yang jika tidak dipedulikan, maka dalam kurun waktu 20 tahun kedepan, budaya akan pudar dan lenyap. Pak Apai sangat mendukung apa yang radio lakukan selama ini tentang budaya daerah, music dan tradisional. Pak Apai sempat bercerita tentang Batu Lobor di tepian Sungai Sekayam (suara direkam dengan mp3). Hari sabtu 5 April, pak Apai berjanji akan hadir ke radio untuk memenuhi undangan  radio. Pak Apai juga berharap bisa bertemu dengan para tetua Dayak di radio, guna membicarakan ide saya tuk pemberdayaan masyarakat Adat oleh DAD dan stakeholder lainnya.

Ketua DAD Sekadau Hulu
5 April 2014, Pak Sebuden, Ketua DAD Sekadau Hulu bertandang juga ke radio. Pak Sebuden sangat mendukung program budaya sempat bersiaran selama 30 menit tentang budaya Taman...

15 April 2014: Tanggal 14 April saya dapat telpon dari Sekretaris Dinas Pertanian yang mengundang saya datang ke kantor esok harinya. Tujuannya membahas kerjasama bidang pertanian, perikanan dan peternakan.  Kami ngobrol di ruang Sekretaris Dinas, Pak Ir. Aswin Seragih, bersama pak Komoi selaku kabid pertanian dan Ir. Mardiana,  kabid peternakan. Acara ini akan dimulai bulan April ini. Mereka mendukung sepenuhnya program ini dan berharap di tahun 2015 bisa menggunakan media radio ini untuk membantu pemerintah. Tanggal 18 April, dibuat surat kerjasama IKLAN LAYANAN MASYARAKAT dengan Kepala UPTD SPAM dan mulai minggu ke-2 April sudah dibuat ILM dan disiarkan 5 kali sehari sampai Desember 2014.

Wabub menghadiri acara Budaya Lokal di Radio, 15 Mei 2014. Acara merupakan kegiatan rutin radio dalam upaya merekam dan mendokumentasi budaya, bekerjasama dengan Kantor Arsip, Perpustakaan  dan Dokumentasi. Hadir kepala Kantor Arsip, Bruno beserta istrinya, pak Thomas Bunsu, Thomas Di, Arem, Jamal, Jito dan istri, Kepala Bank DSM, bu Rianta, Sebarudin, dll. Pak Wabup secara tersirat meminta saya untuk membuat atau menelusuri sejarah Nyai Anta, mencatatnya, mempublikasikannya. Pak Bruno memberikan respon terhadap dokumentasi cerita Rakyat yang sudah saya buat tahun 2002. Pak Bruno akan membantu mencetak dengan terlebih dahulu menyempurnakannya.

Dialog dengan Distankanak Bidang Pertanian, 17 Mei 2014. Kegiatan ini merupakan kelanjutan kerjasama yang sudah disepakati sesuai dengan proposal tahun 2014. Karena anggaran untuk 1 tahun (12 bulan=12 kali) maka setiap bulan akan diadakan 2 kali acara.

Professor Timo, Dosen Universitas Helsingky Finlandia,13 Agustus 2014.Pak Timo beri saran untuk membuat profil orang kampung dan tokoh masyarakat, dan warga biasa...kemudian disiarkan di radio. Ini bisa mempengaruhi masyarakat,sebab tidak banyak orang bisa berbicara melalui media,atau tidak ada kesempatan banyak untuk itu.Radio menjadi pilihan.

Kunjungan LPS Air-Gagasan Radio Komunitas dan Radio Link. Tanggal 8 September 2014, Direktur Media LPS Air berkunjung ke Sekadau, Pak Jumadi,  menemui Fasda Media dan para JW. Pertemuan diadakan di Cafe Stroberry Sekadau,berlangsung jam19.00-21.00. Sebelumnya pakJumadi diajak ke Radio Dermaga. Dalam kesempatan bincang-bincang, pak Jumadi menawarkan gagasan Radio Komunitas untuk para JW bekerja sama dengan radio Dermaga, terutama untuk tempat dan sarana pendukung lainnya. Nanti pak  Jumadi akan membantu melobi lembaganya  untuk memberikan bantuan teknis dan peralatan. Ini bisa dijadikan sarana pelatihan pengembangan diri para JW untuk sebuah media alternatif.

Talkshow dengan Ketua DPRD
Tanggal 1 Oktober 2014 saya menemui Ketua DPRD sementara, Albertus Pinus, dan Sekwan dalam upaya penjajagan kerjasama dan mengundang Ketua DPRD untuk acara talkshow di Radio tanggal 3 Oktober 2014. Pak Ketua DPRD setuju dan menganjurkan kordinasi dengan Sekwan. Sekwan menawarkan kerjasama program siaran langsung untuk setiap sidang paripurna di DPRD. Tanggal 3 Oktober jam 14.00 Ketua DPRD menghadiri acara talkshow radio.Topiknya tentang gambaran kerja DPRD 2014-2019. Pak Ketua menyambut baik acara ini dan dianggap sebagai pemula yang baik untuk kerjasama ke depan.

Kunjungan Direktur LPS-Air Kalbar:
Gagasan ini kemudian disambut baik oleh Direktur LPS Air, Deman Huri yang datang ke Radio Dermaga pada tanggal 20 Oktober  2014, setelah kegiatan di Nanga Pinoh dalam pendirian radio Komunitas di sana. Sarana berupa pemancar sudah ada, hanya perlu sedikit perbaikan. Pak Deman setuju mendirikan radio Komunitas dengan peralatan yang sudah ada, ditambah dengan pengadaan mixer dan mikrophone serta laptop second untuk siaran. Pak Deman juga setuju membantu membelikan atau merakit alat RADIO LINK untuk siaran langsung di lapangan oleh teknisi LPS-Air, pak Gembong. Tanggal 22 Oktober Transmitter lama milik radio Dermaga dikirim ke Pontianak untuk diperbaiki.
KBR68H-PRNPM...
Hari Selasa, 5 Nopember, Mbah Priska dari PRMPN KBR68H Jakarta, datang ke Radio Dermaga dalam kaitan dengan rencana FGD evaluasi program Pilar Demokrasi KBR yang direlay oleh radio setiap malam selasa jam 20.00-21.00. FGD akan dilaksanakan tanggal12 Januari 2015 dimana akan diundang 16 pendengar Radio untuk evaluasi. Pada awal Desember 2014, dikirim 20 nama calon peserta evaluasi. Untuk keperluan tersebut dibuat MoU berupa kontrak kerjasama antara lembaga PRNPM dengan radio Dermaga. 
Kunjungan Senior Spesialist Media National Office Jakarta, 11 Nopember..Firmansyah, bersama Direktur LPS Air, Deman Huri, hari selasa berkunjung atau mampir ke Radio Dermaga dalam kaitan dengan kunjungan kerja meninjau progress para JW di kota Sekadau. Satu botol tuak dipersembahkan diminum  bersama menggunakan gelas bambu ukiran Nanga Mahap-dai kampung Setugal. Sebelumnyan di pagi hari sarapan bersama para JW di RM Pak De, lalu dilanjutkan ke Vinca Borneo. Disarankan oleh pak Firman agar JW dan Fasda Media untuk membuat forum yang nantinya bisa berapiliasi dengan Usaid atau LPS Air. Perjalanan dilanjutkan ke Melawi untuk pelatihan radio Komunitas. (Budi, Lindung dan Linus ikut dalam pelatihan tersebut). Hari kamis, 13 Nopember, saat bincang-bincang di radio sebelum kembali ke Pontianak, dibentuk Forum Jurnalis Peduli Pelayanan Publik Kabupaten Sekadau. Dalam kaitan dengan pendirian radio komunitas sebagai anak asuh Radio Dermaga, pak Deman setuju dengan pengadaan alat Radio Komunitas oleh Radio Dermaga, kemudian dibarter dengan alat RADIO LINK seharga sepuluhan juta rupiah oleh LPS Air. RTL lain untuk para JW dan Fasda Media adalah membuat Buletin Bersama bagi para JW dengan konten berita produk JW dan berita tentang pelayanan publik lainnya.

Perbaikan dan Penyempurnaan Transmitter Radio Sekadau.
Add caption
Tanggal 20-28 Nopember 2014, perbaikan radio dilakukan dengan penambahan tinggi Tower  dari 20 meter menjadi 40 m, serta pergantian konektor antena 4 bay oleh teknisi. Pemasangan kembali antena berhasil dengan tambahan power dari 150 watt-8 watt menjadi 380watt-1-2watt (REF). Sejak awal desember, siaran sudah berjalan normal.Dari sms pendengar di ketahui bahwa siaran radio sudah sampai ke  Desa Entebah, Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi. “Saya bisa dengar radio Sekadau sampai Nanga Taman melalui radio mobil saya”, ujar Pak Apronius, camat Nanga Taman. Saya sendiri sudah membuktikan jangkauan radio ini sampai ke Meragun dengan radio HP saya......(selesai...jumpa di catatan tahun 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar