CATATAN PERJALANAN RADIO DERMAGA 100,9 FM SEKADAU (Bagian3-selesai)
KONSERN
TERHADAP KEARIFAN
LOKAL MASYARAKAT ADAT
Pergelaran/pertemuan Budaya dan
kearifan local yang terlaksana tanggal 29 Januari 2014 membawa pesan dan makna tersendiri bagi sejumlah
warga Dayak di kota Sekadau.
Paulus Keker,Dondong,Matius Mai, Sabinus, Abang Senen, Sebarudin, Thomas Bungsu,
Arem, dll merasakan bahwa penggalian makna budaya dan kearifan lokal sangat
baik bagi generasi mendatang. Adalah Pastor Paroki, Pstr Kris, malah mendukung
rencana pak Nico mengumpulkan para dukun di Kabupaten Sekadau. Hal ini
dikatakan oleh Pastor (saat bertandang ke radio tanggal 10 Februari jam 16.30
s.d 18.00) menanggapi kegiatan radio bertemu dengan 3 dukun malam harinya. Pastor Paroki bertandang ke Radio 10
Februari 2014….Tanpa ada angin ribut, atau berita warung kopi, tiba-tiba saya
dapat info dari bu ida (istri Madi) bahwa ada pastor paroki Sekadau di radio
bersama pak Saban. Saya saat itu sedang berada di rumah, karena baru pulang
dari rapat bersama Usaid Kinerja dan Dewan Pendidikan Kabupaten di ruang
rapat wakil Bupati Sekadau.Tidak lama berselang, mbak
Ika datang ke radio dan berbincang-bincang dengan pastor, promosi tentang radio
dan pembangunan gedung radio yang dikerjakan secara swadaya (pak Nico, Ika n dkk). Dan sedikit
bicara tentang kerja sama dengan pihak-pihak lain (termasuk
Pemda). Menurut Ika, Pastor
memuji karya dan kinerja saya selama ini yang semuanya dikerjakan
dengan modal, tenaga dan pikiran sendiri sehingga radio ini bisa survive bahkan
saat ini menjalin kerjasama dengan berbagai pihak , pemerintah dan LSM luar
negeri. Pastor Kris mendukung kegiatan radio dalam upaya pelestarian budaya dan
kearifan local. Salah satu yang menarik Pastor adalah kegiatan pertemuan para
dukun dalam kabupaten Sekadau dalam upaya mendokumentasikan pengobatan
tradisional dan makna yang tersirat dalam setiap upacara pengobatan. Banyak hal
yang sudah diprogram oleh radio untuk pelestarian budaya dan kearifan local. Tahun 2009 lalu, didukung oleh
Kedutaan Denmark, sudah direkam 50 buah lagu-lagu tradisional, 80 buah rekaman
transkrip cerita rakyat Kalimantan. Untuk tahun 2014 ini sudah disusun rencana
kerja seperti jadwal yang dilampirkan pada bagian akhir catatan ini. Pastor Kris cukup antusias saat gagasan pertemuan para
dukun Sekabupaten Sekadau akan menjadi kegiatan Radio berikutnya dalam upaya
melestarikan budaya dan kearifan lokal masyarakat ada. Pastor juga memberikan
tanggapan posistif tentang segala upaya saya dan teman-teman menghidupkan
Radio. “Saya tahu bahwa Jaringan atau network yang menjadi kekuatan pak Nico
dalam memanage radio ini.Ini akan berhasil. Pak Nico punya kemampuan itu”
BERGABUNG DENGAN LPS-AIR USAID KINERJA 5 Februari ‘14
Rekomendasi Saban 14 Januari via Deman di Pontianak tuk LPSAir USAID KINERJA…Tanggal 5 malam harinya,
saya bertemu dengan Aji dari LPPS-AIR Pontianak di hotel Vinca Borneo. Keesokan
harinya, saya undang Aji dan temannya (Tony) ngopi di rumah saya sebelum kami
ketemu Kasubag Humas di kantor Bupati. Sore harinya kami
bertemu lagi di studio radio dan sempat wawancara dengan pak Candra kordinator Usaid
di radio Sekadau…tentang Program atau kegiatan
yang sudah dan akan dilakukan untuk masyarakat Kabupaten Sekadau. Apa
manfaat buat radio? Tugas saya secara khusus mempublikasikan
kegiatan Usaid Kinerja bidang Pendidikan dan Kesehatan. Saya kemudian membantu
pendampingan Jurnalisme warga yang difasilitasi oleh LPS Air 2 Juli 2014.
Setiap bulan saya bersama JW (Lindung, Ika, dkk) membuat berita mingguan yang
dikirim ke web Matakalbar. Di jaringan
ini saya bertemu secara tak sengaja orang Usaid Jakarta, Pak Firmansah.
Saya kenal dengan pak Firman saat di jaringan Radio Unesco tahun
1999-2002. Manfaat positif buat radio
adalah menjadi mitra publikasi dan menambah satu jaringan. Informasi dari para
JW menjadi bahan berita yang disiarkan. Saat kunjungan Pak Firmansah ke
Sekadau, 4 Nopember 2014 lalu, Pak Firman sempat bertandang dan siaran di
radio. “Saya yakin Pak Nico bisa menggunakan medianya ini untuk pemberdayaan
dan ini sudah terbukti manfaatnya bagi masyarakat”, tutur pak Firman Radio
merasa sangat beruntung, sekali mendayung 2-3 teluk terlangkaui..kata pepatah
tua…dengan bergabung di Usaid Kinerja, maka pemberitaan radio makin
diperbanyak..apa laagi focus Kinerja ini di bidang Kesehatan dan Pendidikan.
Bidang Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan 3 puskesmas di
Kecamatan, Sekadau Hilir, Rawak, Sungai Ayak. Di bidang Pendidikan bekerjasama
dengan Dinas Pendidikan dengan 20 mitra Sekolah SD dan SMP di 4 kecamatan, Sei
Ayak, Sekadau Hilir, Sekadau Hulu dan Nanga Taman. Saya masih
harus menghidupkan JW yang sudah dibentuk bulan Mei 2012 lalu, dengan pelatihan
penyegaran JW dan harus menambah tenaga
baru 5-10 orang dalam pelatihan. Pada akhirnya nanti paling banyak 5 orang
tenaga aktif yang bersemangat 45, berjiwa relawan, dan siap menjadi aktivis.
Pepatah mengatakan, siapkan panglima ulu balang, tahan pahat kelopak mata,
tahan kacup bijik peler..
Mereka akan
dilatih pada minggu pertama Mei nanti dan setiap JW yang aktif akan diberi alat
perekam MP3. Para JW nanti akan diajak ke lapangan langsung membuat berita dan
disiarkan di radio. Sudah ada Budi, Matea, Jine, Egen, Ronni, (ng taman),
Pertemuan Dukun I, 10 Februari 2014…
Sabinus,
Dondong dan Utun, menjadi tim pertama yang masuk dalam klasifikasi dukun local
pada pertemuan perdana para dukun di radio. Pak Sabinus bersama dua narasumber
lainnya, lebih bercerita manfaat obat-obat tradisional dan local serta herbal
berdasarkan pengalaman pribadi mereka saat sakit. Pengobatan nonmagic ini
memang dilakukan oleh masyarakat Dayak pada masa lalu hingga masa kini. Hanya
saja pelan tapi pasti, seiring dengan perkembangan jaman, pengobatan
tradisional ini pasti akan berkurang dan bukan tidak mungkin bisa lenyap jika
tidak ada usaha pihak tertentu
untuk mendokumentasikannya, seperti yang dilakukan oleh radio Dermaga
Sekadau. Salah satu contoh penggunaan obat tradisional untuk keperluan
melahirkan di kampung, seperti yang diceritakan oleh …mamak Feronika Jine: “ …daun balek angin, daun kayu lari, sorai
bunge, katabar, rajangk ruai, kacomokng,
Rajang gile, daun idup, amonkg buah, daun pemadam, daun sabang darah, daun
mpangil, tarontakng langit, daun limau lipis, daun Rajang tilan, daun mpait,
kontok empurok….” Atau pengobatan untuk orang yang “ketulangan” saat makan
ikan…(kencokak tulang ikan)….sagarak
pasang dilintang batang, irus panuju lalu, …lalu air yang sudah dibaca tadi
diminum oleh si korban…
Melengkapi
ide pertemuan para dukun sekabupaten Sekadau, saya mengusulkan pertunjukan
ritual bedukun/live lengkap dengan pebayu dan rempahnya dengan menggunakan ayunan kayu khas dukun.
Namun ada yang khawatir kalau hal ini bisa menyebabkan …..alias mali…takut
mengakibatkan…Namun jika kita bisa menyiapkan ritual adatnya lengkap, mungkin
ini bisa saja dilakukan…tempat di radio, gantung di ruang depan….
Pertemuan Usaid-Kinerja-JW-Ketua Komisi C
Tanggal 5 Maret,
jam 15.lewat, diadakan acara
ngumpul sekaligus ngopi bersama dengan teman-teman yang pernah hadir pada
pelatihan Jurnalisme Warga 30-31 Mei
2012 lalu, di antaranya Egen dan Ika. Roni, dari radio Komunitas Nanga Mahap
bersama Agus. Selain itu hadir teman-teman Usaid Kinerja (pak Candra dan Bu
Mila), serta Pak Albertus Pinus, Ketua Komisi C. Pak Pinus secara serius
menanggapi informasi tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir di Kecamatan
Sekadau Hulu tahun 2013 lalu yang lebih tinggi, juga masalah detail standar
puskesmas atau postu/polindes. Pak Pinus juga memberikan dukungan tentang
rencana pelatihan JW guna membantu
penyampaian informasi kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Pak Candra
menyampaikan rencana Usaid Kinerja untuk mendukung perbup KIBLA, peraturan
tentang ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
RENCANA KERJASAMA PENYIARAN SEKRETARIAT
DPRD
Tanggal
2 Maret 2014, radio menulis surat untuk mendapatkan akses pemberitaan kegiatan
para anggota DPRD...(copian)
NGUMPUL makan bubur pedas.
Ide
saya untuk ngumpul bareng para jurnalis akhirnya bisa terlaksana tanggal 26
Maret. Hadir Borneo Tribune, Rakyat Kalbar dan Jaka dari Suara Pemred (calon Koran baru dari
Pontianak) juga dari usaid, mbak Mila, Winda dan Pak David, pengganti pak
Candra...tidak ada acara khusus, cuma makan bubur pedas buatan Tea dan Ika.
Tujuan saya hanya promosikan radio Dermaga..
Bertandang ke PM KESBANG, DAN ide PAK APAI...
Saya
merencanakan kegiatan dialog live bersama para. wartawan, tokoh masyarakat di
radio. Rencana ini didukung oleh pak Anwar dalam kapasitas sebagai kabid
komunikasi dan informasi saat saya berkunjung ke kantornya hari Rabu, 2 April. Siangnya
saya bertandang ke kepala Badan PM Kesbang dan Pemdes, pak Bayu. Saya
menawarkan ide untuk membuat program pemberdayaan masyarakat bersama multistake
holder, termasuk radio. Backgroundnya adalah kondisi sosial masyarakat
Kab,Sekadau terutama di pedalaman, belum
banyak berubah, babi masih dilepas, ladang dikandang/dipagar, MCK keluarga
masih minim. Ini menunjukkan pemberdayaan masyarakat belum menunjukkan hasil
yang pantas dibanggakan. Hal ini seharusnya menjadi perhatian banyak pihak,
termasuk para anggota DPRD yang sering
reses. Saya kira para tokoh masyarakat level ini jarang menyinggung soal
keberadaan WC di rumah-rumah dalam kampung, mungkin menganggap ternak lepas,
tidak ada mck, adalah hal yang lumrah terjadi di kampung. Bahkan level seorang
Caleg yang sedang berkampanye saja (di Mondi, dan di Sulang Betung di mana saya
hadir pada tanggal 30-31 Maret), tidak
menyinggung soal yang saya sebutlkan tadi.
Bayu mengatakan hal-hal
yang saya katakan tadi, membuatnya tersentak, karena selama ini jarang
mendapat perhatian, padahal menyangkut hidup masyarakat sehari-hari. Tampaknya Pak
Bayu tertarik dengan ide saya dan dan mungkin akan bekerjasama dengan radio
untuk tahun mendatang guna menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memagar
ternaknya dan membuat MCK di rumah masing-masing...Jika mereka sudah mulai
sadar hidup sehat, maka hidup cerdas pasti menjadi pilihan mereka. Efeknya,
jelas lebih mudah menumbuhkan partisipasinya dalam pembangunan. Untuk
memperjelas dan mempersiapkan program ini, saya akan membuat program
pemberdayaan multistake holder seperti
permintaan Pak Kadis Pendidikan tanggal 10 Februari lalu.
Bertemu Pak Apai. Siang
harinya saya berkunjung ke rumah Roni,
di pal 4 jalan Sintang., bertemu pak Apai, bapak Roni dan Iwan Kaban
Keuangan. Kami membicarakan tentang masa depan budaya Dayak yang jika tidak
dipedulikan, maka dalam kurun waktu 20 tahun kedepan, budaya akan pudar dan
lenyap. Pak Apai sangat mendukung apa yang radio lakukan selama ini tentang
budaya daerah, music dan tradisional. Pak Apai sempat bercerita tentang Batu
Lobor di tepian Sungai Sekayam (suara direkam dengan mp3). Hari sabtu 5 April,
pak Apai berjanji akan hadir ke radio untuk memenuhi undangan radio. Pak Apai juga berharap bisa bertemu dengan
para tetua Dayak di radio, guna membicarakan ide saya tuk pemberdayaan
masyarakat Adat oleh DAD dan stakeholder lainnya.
Ketua DAD Sekadau Hulu
5
April 2014, Pak Sebuden, Ketua DAD Sekadau Hulu bertandang juga ke radio. Pak
Sebuden sangat mendukung program budaya sempat bersiaran selama 30 menit
tentang budaya Taman...
15
April 2014: Tanggal 14 April
saya dapat telpon dari Sekretaris Dinas Pertanian yang mengundang saya datang
ke kantor esok harinya. Tujuannya membahas kerjasama bidang pertanian,
perikanan dan peternakan. Kami ngobrol di
ruang Sekretaris Dinas, Pak Ir. Aswin Seragih, bersama pak Komoi selaku kabid
pertanian dan Ir. Mardiana,
kabid peternakan.
Acara ini akan dimulai bulan
April ini. Mereka mendukung sepenuhnya program ini dan berharap di tahun 2015
bisa menggunakan media radio ini untuk membantu pemerintah. Tanggal 18 April, dibuat surat kerjasama
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT dengan Kepala UPTD SPAM dan
mulai minggu ke-2 April sudah dibuat ILM dan disiarkan 5 kali sehari sampai
Desember 2014.
Wabub menghadiri acara Budaya Lokal di
Radio, 15 Mei 2014. Acara merupakan kegiatan rutin radio dalam
upaya merekam dan mendokumentasi budaya, bekerjasama dengan Kantor Arsip,
Perpustakaan dan Dokumentasi. Hadir
kepala Kantor Arsip, Bruno beserta istrinya, pak Thomas Bunsu, Thomas Di, Arem,
Jamal, Jito dan istri, Kepala Bank DSM, bu Rianta, Sebarudin, dll. Pak Wabup
secara tersirat meminta saya untuk membuat atau menelusuri sejarah Nyai Anta,
mencatatnya, mempublikasikannya. Pak Bruno memberikan respon terhadap
dokumentasi cerita Rakyat yang sudah saya buat tahun 2002. Pak Bruno akan
membantu mencetak dengan terlebih dahulu menyempurnakannya.
Dialog dengan Distankanak Bidang
Pertanian, 17 Mei 2014. Kegiatan ini merupakan kelanjutan
kerjasama yang sudah disepakati sesuai dengan proposal tahun 2014. Karena
anggaran untuk 1 tahun (12 bulan=12 kali) maka setiap bulan akan diadakan 2
kali acara.
Professor Timo, Dosen Universitas
Helsingky Finlandia,13 Agustus 2014.Pak Timo beri saran untuk
membuat profil orang kampung dan tokoh masyarakat, dan warga biasa...kemudian
disiarkan di radio. Ini bisa mempengaruhi masyarakat,sebab tidak banyak orang
bisa berbicara melalui media,atau tidak ada kesempatan banyak untuk itu.Radio
menjadi pilihan.
Kunjungan LPS Air-Gagasan Radio
Komunitas dan Radio Link. Tanggal 8 September 2014, Direktur
Media LPS Air berkunjung ke Sekadau, Pak Jumadi, menemui Fasda Media dan para JW. Pertemuan
diadakan di Cafe Stroberry Sekadau,berlangsung jam19.00-21.00. Sebelumnya
pakJumadi diajak ke Radio Dermaga. Dalam kesempatan bincang-bincang, pak Jumadi
menawarkan gagasan Radio Komunitas untuk para JW bekerja sama dengan radio
Dermaga, terutama untuk tempat dan sarana pendukung lainnya. Nanti pak Jumadi akan membantu melobi lembaganya untuk memberikan bantuan teknis dan peralatan.
Ini bisa dijadikan sarana pelatihan pengembangan diri para JW untuk sebuah
media alternatif.
Talkshow dengan Ketua DPRD
Tanggal
1 Oktober 2014 saya menemui Ketua DPRD sementara, Albertus Pinus, dan Sekwan
dalam upaya penjajagan kerjasama dan mengundang Ketua DPRD untuk acara talkshow
di Radio tanggal 3 Oktober 2014. Pak Ketua DPRD setuju dan menganjurkan
kordinasi dengan Sekwan. Sekwan menawarkan kerjasama program siaran langsung untuk
setiap sidang paripurna di DPRD. Tanggal 3 Oktober jam 14.00 Ketua DPRD
menghadiri acara talkshow radio.Topiknya tentang gambaran kerja DPRD 2014-2019.
Pak Ketua menyambut baik acara ini dan dianggap sebagai pemula yang baik untuk
kerjasama ke depan.
Kunjungan Direktur LPS-Air Kalbar:
Gagasan
ini kemudian disambut baik oleh Direktur LPS Air, Deman Huri yang datang ke
Radio Dermaga pada tanggal 20 Oktober 2014, setelah kegiatan di Nanga Pinoh dalam
pendirian radio Komunitas di sana. Sarana berupa pemancar sudah ada, hanya
perlu sedikit perbaikan. Pak Deman setuju mendirikan radio Komunitas dengan
peralatan yang sudah ada, ditambah dengan pengadaan mixer dan mikrophone serta
laptop second untuk siaran. Pak Deman juga setuju membantu membelikan atau
merakit alat RADIO LINK untuk siaran langsung di lapangan oleh teknisi LPS-Air,
pak Gembong. Tanggal 22 Oktober Transmitter lama milik radio Dermaga dikirim ke
Pontianak untuk diperbaiki.
KBR68H-PRNPM...
Hari
Selasa, 5 Nopember, Mbah Priska dari PRMPN KBR68H Jakarta, datang ke Radio
Dermaga dalam kaitan dengan rencana FGD evaluasi program Pilar Demokrasi KBR
yang direlay oleh radio setiap malam selasa jam 20.00-21.00. FGD akan
dilaksanakan tanggal12 Januari 2015 dimana akan diundang 16 pendengar Radio
untuk evaluasi. Pada awal Desember 2014, dikirim 20 nama calon peserta evaluasi.
Untuk keperluan tersebut dibuat MoU berupa kontrak kerjasama antara lembaga
PRNPM dengan radio Dermaga.
Kunjungan
Senior Spesialist Media National Office Jakarta, 11 Nopember..Firmansyah,
bersama Direktur LPS Air, Deman Huri, hari selasa berkunjung atau mampir ke
Radio Dermaga dalam kaitan dengan kunjungan kerja meninjau progress para JW di
kota Sekadau. Satu botol tuak dipersembahkan diminum bersama menggunakan gelas bambu ukiran Nanga
Mahap-dai kampung Setugal. Sebelumnyan di pagi hari sarapan bersama para JW di
RM Pak De, lalu dilanjutkan ke Vinca Borneo. Disarankan oleh pak Firman agar JW dan Fasda Media untuk membuat forum yang nantinya
bisa berapiliasi dengan Usaid atau LPS Air. Perjalanan dilanjutkan ke Melawi
untuk pelatihan radio Komunitas. (Budi, Lindung dan Linus ikut dalam pelatihan
tersebut). Hari kamis, 13 Nopember, saat bincang-bincang di radio sebelum
kembali ke Pontianak, dibentuk Forum Jurnalis Peduli Pelayanan Publik Kabupaten
Sekadau. Dalam kaitan dengan pendirian radio komunitas sebagai anak asuh Radio
Dermaga, pak Deman setuju dengan pengadaan alat Radio Komunitas oleh Radio Dermaga, kemudian dibarter dengan alat RADIO
LINK seharga sepuluhan juta
rupiah oleh LPS Air. RTL lain untuk para JW dan Fasda Media
adalah membuat Buletin Bersama bagi para JW dengan konten berita produk JW dan
berita tentang pelayanan publik lainnya.
Perbaikan dan Penyempurnaan Transmitter
Radio Sekadau.
![]() |
| Add caption |
Tanggal
20-28 Nopember 2014, perbaikan radio dilakukan dengan penambahan tinggi
Tower dari 20 meter menjadi 40 m, serta
pergantian konektor antena 4 bay oleh teknisi. Pemasangan kembali antena
berhasil dengan tambahan power dari 150 watt-8 watt menjadi 380watt-1-2watt
(REF). Sejak awal desember, siaran sudah berjalan normal.Dari sms pendengar di
ketahui bahwa siaran radio sudah sampai ke
Desa Entebah, Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi. “Saya bisa dengar
radio Sekadau sampai Nanga Taman melalui radio mobil saya”, ujar Pak Apronius,
camat Nanga Taman. Saya sendiri sudah membuktikan jangkauan radio ini sampai ke
Meragun dengan radio HP saya......(selesai...jumpa di catatan tahun 2015)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar